Search

Risalah

Kajian Islam

Category

Tauhid

Tentang keajaiban hati

Ketahuilah, bahwa sesuatu yang paling mulia pada diri manusia adalah hatinya. Hatilah yang bisa mengenal Allah. Ia sebagai pendorong terjadinya tindakan dan usaha, serta yang mengungkap apa yang ada di sisi-Nya. Anggota tubuh hanya mengikuti dan melayaninya. Laksana pelayan terhadap tuannya.

Continue reading “Tentang keajaiban hati”

Hakikat Takwa

Ketakwaan pada hakikatnya terletak pada ketakwaan hati, bukan ketakwaan anggota badan. Pernyataan ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.” (Qur’an surah Al-Hajj: 32)

Continue reading “Hakikat Takwa”

Mukmin baik bagaikan lebah

Dari Abdullah bin Amru radhiallahuanhu ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, sesungguhnya perumpamaan mukmin itu bagaikan lebah yang selalu memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik. Ia hinggap (di ranting) namun tidak membuatnya patah dan rusak.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ahmad Syakir)

Continue reading “Mukmin baik bagaikan lebah”

Dalam kehidupan ini lebih baik banyak diam dari pada banyak berbicara

Lebih baik banyak beramal dari pada berbicara.. Dan kalaupun harus berkata maka ucapkanlah yang baik baik saja… Karena lidah ini bisa jadi surgamu atau nerakamu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لَا يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِي بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِي النَّارِ

“Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan satu kalimat, ia tidak menganggapnya berbahaya; dengan sebab satu kalimat itu ia terjungkal selama 70 tahun di dalam neraka”. [HR Tirmidzi]

Continue reading “Dalam kehidupan ini lebih baik banyak diam dari pada banyak berbicara”

Yang terbaik ialah pilihan Allāh Subhānahu wa Ta’ālā

Sesungguhnya yang lebih mengetahui tentang kemaslahatan kita ialah Pencipta kita. Dialah yang telah menciptakan kita dan mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Dialah yang mengetahui hal ghāib tentang masa depan, Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

أَلاَ يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلۡخَبِيرُ

“Tidakkah yang menciptakan lebih mengetahui tentang apa yang Dia ciptakan? Dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Mulk: 14).

Continue reading “Yang terbaik ialah pilihan Allāh Subhānahu wa Ta’ālā”

Tauhid, Tauhid, dan Tauhid

Khatamkan Kitab Tauhid, kalau sudah khatam, ulangi lagi dan ulangi lagi, jangan bosan membaca dan mengkhatamkan Kitab Tauhid. [Ust. Yazid Jawas hafizhahullah]

Dahulu Syaikh Muhammad At Tamimi–rahimahullah- menulis Kitab At Tauhid. Beliau mensyarahnya untuk murid2nya dan mengulang-ulang pembahasan2nya kepada mereka. para muridnya kemudian berkata kepadanya, “Wahai Syaikh, kami ingin engkau merubah pelajaran ini dengan pelajaran yang lain, seperti kisah, sirah dan sejarah.” Syaikh berkata, “Kita akan pertimbangan hal itu insya Allah.”
Continue reading “Tauhid, Tauhid, dan Tauhid”

Klaim Cinta kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ālā dan Rasul-Nya

Saudaraku yang kami cintai karena Allāh Subhānahu wa Ta’ālā, dan semoga Allāh Subhānahu wa Ta’ālā pun mencintai kalian..

“Apakah Anda mencintai Allāh dan Rasul-Nya?”

Pasti Anda akan menjawab, “Ya, tentu. Sudah pasti saya mencintai Allāh dan Rasul-Nya.”
Continue reading “Klaim Cinta kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ālā dan Rasul-Nya”

Betulkah manhaj ahlussunnah tidak sesuai dengan kondisi zaman ini?

Fatwa asy-Syaikh Shalih al-Fauzan –hafizhahullahu Ta’ala–

Pertanyaan: Sebagian manusia menyangka bahwa manhaj ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak layak pada saat ini. Mereka beralasan bahwa dhawabith syar’iyah (ketentuan-ketentuan syariat) yang dipandang oleh ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak mungkin untuk diterapkan saat ini?

Continue reading “Betulkah manhaj ahlussunnah tidak sesuai dengan kondisi zaman ini?”

Panduan perayaan Maulid Nabi

Ketahuilah wahai saudaraku -semoga Alloh memberi pemahaman kepadamu- bahwa perayaan maulid Nabi tidaklah dikenal di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam , para sahabat, para tabiin dan tabi’ut tabiin. Dan tidak dikenal oleh Imam-imam madzhab: Abu Hanifah, Malik, Ahmad, dan Syafi’i sekalipun karena memang perayaan ini adalah perkara baru (baca: bid’ah).

Continue reading “Panduan perayaan Maulid Nabi”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑