Search

Risalah

Kajian Islam

Category

Al Arba’in An Nawawiyyah

Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 17: Berbuat Baik Dalam Segala Urusan

عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّاد ابْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللهَ كَتَبَ اْلإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ .

Continue reading “Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 17: Berbuat Baik Dalam Segala Urusan”

Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 16: Jangan Marah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Janganlah engkau marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau: “Janganlah engkau marah.” [HR. Bukhari]
Continue reading “Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 16: Jangan Marah”

Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 15: Berkata Yang Baik atau Diam

Sungguh beruntung orang yang banyak diam. Ucapannya dihitung sebagai makanan pokok. Tidak semua yang kita ucapkan ada jawabnya. Jawaban yang tidak disukai adalah diam. Sungguh mengherankan orang yang banyak berbuat aniaya. Sementara meyakini bahwa ia akan mati.

Continue reading “Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 15: Berkata Yang Baik atau Diam”

Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 14: Kapankah darah seorang muslim menjadi halal?

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُوْلُ اللهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ : الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
[رواه البخاري ومسلم]

Dari Ibnu Mas’ud, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Tidak halal darah seorang muslim yang bersaki bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi secara benar kecuali Allah, dan aku adalah utusan Allah, kecuali karena satu dari tiga perkara: orang yang pernah menikah berzina, jiwa dibalas dengan jiwa, orang yang meninggalkan agamanya, yang memisahkan diri dari jama’ah.” [HR. Al Bukhari dan Muslim]

Continue reading “Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 14: Kapankah darah seorang muslim menjadi halal?”

Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 13: Mencintai milik orang lain seperti mencintai miliknya sendiri

Sebagian ulama berpendapat bahwa seorang mukmin dengan mukmin lainnya laksana satu tubuh. Oleh karena itu, ia harus mencintai saudaranya sendiri sebagai tanda bahwa dua orang itu menyatu. Hal ini sebagaimana dengan hadits ke-13 dalam kitab Al Arba’in An Nawawiyyah karya Syaikh Imam An-Nawawi tentang bab “Mencintai Milik Orang Lain Seperti Mencintai Miliknya Sendiri” berikut ini.

Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 12: Tinggalkan perkara tak berguna

Sesuatu yang tidak bermanfaat bagi seorang muslim, bisa berbentuk perkataan bisa juga berbentuk perbuatan. Jadi setiap perkataan dan perbuatan yang tidak ada manfaatnya baik itu untuk kepentingan ukhrawi seorang muslim ataupun untuk kepentingan duniawinya, seharusnya dia tinggalkan agar keislamannya menjadi baik. Berikut ini adalah hadits ke-12 dalam Syarh al-Arba’in an-Nawawiyah, oleh Syaikh Imam Nawawi رحمه اللة perihal meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat.

Continue reading “Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 12: Tinggalkan perkara tak berguna”

Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 11: Tinggalkanlah keragu-raguan

Abu ‘Abdur-Rahmân al-Amri رحمه اللة berkata, “Jika seorang hamba bersikap wara`, ia akan meninggalkan apa saja yang meragukannya menuju apa saja yang tidak meragukannya.” Rasulullah صلي الله عليه وسلم apabila dihadapkan pada dua pilihan, beliau mengambil yang lebih ringan (mudah). Meninggalkan yang ragu ini berlaku dalam ibadah, mu’amalah, pernikahan, dan berlaku pula dalam setiap bab dalam disiplin ilmu.

Continue reading “Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 11: Tinggalkanlah keragu-raguan”

Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 10: Makanlah dari rizki yang halal

Syaikhul Islam Ibnu Katsir رحمه اللة menyebutkan contoh nyata dari rizki halal lagi lezat. Beliau berkata: “Rizki yang baik itu berupa beraneka ragam tanaman, buah-buahan, daging, susu serta berbagai makanan yang enak dimakan serta lezat. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى juga melimpahkan rizki berupa pemandangan indah, pakaian mewah, terbuat dari berbagai bahan serta bentuk dan warna yang beraneka ragam pula. Beraneka ragam makanan dan pakaian yang dapat mereka dapatkan dari hasil karya tangan sendiri atau didatangkan dari berbagai penjuru dunia.” [Tafsir Ibnu Katsir 5/97]

Continue reading “Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 10: Makanlah dari rizki yang halal”

Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 9: Melaksanakan Perintah Sesuai Kemampuan

Tidak sedikit hadits yang menunjukkan tentang larangan menanyakan hal-hal yang tidak perlu karena jawaban pertanyaan tersebut justru menyusahkan penanya, misalnya pertanyaan penanya apakah ia di neraka atau di surga? Apakah ayahnya bernasabkan kepadanya atau tidak? beberapa hadits juga menunjukkan larangan bertanya dengan maksud membuat bingung, tidak berguna dan sia-sia, serta mengejek seperti biasa dilakukan orang-orang munafik dan orang-orang selain mereka. Seperti pada hadits Arba’in An Nawawiyyah berikut ini:

Continue reading “Hadits Al Arba’in An Nawawiyyah 9: Melaksanakan Perintah Sesuai Kemampuan”

Blog at WordPress.com.

Up ↑