Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:

Jika Allah menguji hambaNya dengan sesuatu, maka Allah akan mengujinya dengan beberapa jenis ujian.

Jika dia diuji, dan mengembalikan permasalahannya kepada Rabbnya, maka itu adalah tanda kebahagiaan dan tanda datangnya kebaikan baginya. Dan kau yakin bahwa kesempitan itu tidak akan berlangsung selamanya, meskipun lama.

Adapun seseorang, yang jika dia diuji, dia tidaklah mengembalikan permasalahannya kepada Allah, bahkan hatinya lari dariNya menuju makhluk, lupa dengan mengingat Rabbnya, lupa untuk mendekat kepada Rabbnya, lupa untuk merendahkan diri kepadaNya, lupa untuk bertaubat dan kembali padaNya, maka ini adalah tanda kecelakaan baginya dan tanda datangnya keburukan bagi dirinya.

 

Advertisements