Imam Ahmad rahimahullah bepergian dari Makkah pada tahun 199 H ke Yaman dan beliau ditemani dalam safarnya tersebut Yahya bin Ma’in, dan Ishaq bin Rahawaih rahimahumallah, di mana mereka bermaksud menemui seorang hafidz San’aa yaitu Abdurrazaq bin Hammam.

Imam Ahmad telah merasakan kelelahan yang sangat dalam perjalanannya tersebut hingga bekal telah habis sehingga beliau tertahan selama tiga hari tidak makan, dan bekerja bersama para (penggembala) onta karena kebutuhannya yang sangat mendesak disamping beliau berkeinginan untuk berbuat iffah (menjaga kehornatannya dengan tidak meminta-minta)

Akan tetapi setelah merasakan semua kelelahan tersebut beliau berkata:

(ما أهون المشقة فيما استفدنا من عبد الرزاق)

“Sungguh terasa sangat ringan kesusahan (tersebut) setelah mendapatkan faidah-faidah (ilmu) dari Abdurrazaq.”

Saudaraku para penuntut ilmu, lihat dan perhatikan ungkapan (imam Ahmad) tersebut dengan baik, lalu ulangi kembali untuk merasakan (makna yg tersirat di dalamnya)…

Sungguh mereka para imam mendapatkan apa yang telah mereka dapatkan dari ilmu dan kebaikan adalah dengan penuh kesabaran, bertahan dan siap menanggung segala beban berat dan aral rintangan serta tidak cenderung untuk segera istirahat dan berhenti (dari menuntut ilmu). Semoga Allah ta’ala merahmati mereka, mengangkat derajat mereka, dan mengumpulkan kita bersama bersama mereka di surgaNya.. amiin.

Diterjemahkan dari tulisan Syaikh DR. Ahmad Al-Khalil حفظه الله تعالى

Oleh: Andri Abdul Halim Al_Khalil, Lc.
Bc Tgram “Islamic Center Unaiza_Indo”

Advertisements