Tidak ada satu cara pun yang bisa menyelamatkan seseorang dari bahaya lisan, kecuali hanya dengan diam. Diam dapat menghimpun keinginan kuat seseorang dan mengosongkan pikiran. Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Siapa yang menjamin bagiku apa yang ada di antara tulang dagunya atau lisan, dan apa yang ada di antara dua kakinya atau kemaluannya, maka aku menjamin baginya surga.” (Hadits riwayat Bukhari)

Dalam hadits lain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang menjaga lisannya, maka Allah menutupi aibnya.” (Hadits riwayat Abu Naim)

Barangsiapa yang mengetahui seberapa banyak kadar waktu yang dimilikinya, dan itu sebagai harta pokoknya, maka ia tidak akan membelanjakannya kecuali untuk sesuatu yang bermanfaat. Pengetahun seperti ini mengharuskan kita menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat.

Barangsiapa yang mengabaikan dzikirullah dan sibuk dengan sesuatu yang tak bermakna, maka dia seperti orang yang mampu mengambil mutiara, namun mengambil yang lain sebagai gantinya. Ini merupakan suatu kerugian dalam hidupnya.

Advertisements