Ketahuilah, bahwa sesuatu yang paling mulia pada diri manusia adalah hatinya. Hatilah yang bisa mengenal Allah. Ia sebagai pendorong terjadinya tindakan dan usaha, serta yang mengungkap apa yang ada di sisi-Nya. Anggota tubuh hanya mengikuti dan melayaninya. Laksana pelayan terhadap tuannya.

Barangsiapa yang mengetahui hatinya, maka ia mengetahui Rabbnya. Pada umumnya manusia tidak mengetahui hati dan jiwanya sendiri. Dan Allah membimbing antara diri seseorang dengan hatinya, dengan menghalanginya untuk bisa mengetahui dan mengawasinya. Maka, mengetahui hati dan sifat-sifatnya merupakan dasar agama dan pondasi orang-orang yang meniti jalan kepada Allah.

Ketahuilah, bahwa fitrah hati adalah menerima hidayah dan menerima nafsu syahwat. Kedua kecenderungan ini bergumul di dalam hati secara terus-menerus, hingga akhirnya hati menerima salah satu di antara keduanya, yang satu bersemayam dan yang satunya lagi menyingir karena kalah.

Semoga Allah memberi taufik pada hati kita agar selalu tunduk dan patuh pada Rabb-Nya, serta selalu merasakan ketenangan.

Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman (sempurna imannya) ialah mereka yang bila disebut nama Alloh gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Allohlah mereka bertawakkal (berserah diri).” (Qs. Al-Anfaal: 2)

Advertisements