Ketakwaan pada hakikatnya terletak pada ketakwaan hati, bukan ketakwaan anggota badan. Pernyataan ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.” (Qur’an surah Al-Hajj: 32)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun bersabda:

“Takwa itu ada di sini.” (HR. Muslim)

Ketika menegaskan hal tersebut, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menunjuk dada beliau.

Orang yang cerdas –dengan berbekal tekad yang bulat, cita-citanya yang tinggi, tujuannya yang mulia, niatnya yang baik, dan dengan sedikit amal saja—mampu menempuh jarak beberapa kali lipat lebih jauh daripada jarak yang dapat ditempuh oleh orang yang tidak berbekal dengan sifat-sifat tersebut.

Tanpa semua itu, seseorang pasti akan menempuh perjalanannya dengan kelelahan dan kesulitan yang luar biasa. Sungguh, keinginan kuat yang diiringi dengan rasa cinta kepada Allah, bisa menghilangkan kesulitan dan membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan.

 

Advertisements