Dari Abdullah bin Amru radhiallahuanhu ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, sesungguhnya perumpamaan mukmin itu bagaikan lebah yang selalu memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik. Ia hinggap (di ranting) namun tidak membuatnya patah dan rusak.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ahmad Syakir)

Inilah perumpamaan seorang mukmin. Ia memiliki sifat-sifat unggul yang membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Di mana pun ia berada, kemana pun ia pergi, apa yang ia lakukan, peran dan tugas apa pun yang dia emban akan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain.

Orang yang beriman bagaikan lebah, ia hanya memakan yang halal dan menjauhi makanan yang haram. Berbicara dan berbuat yang baik serta bermanfaat sebagimana lebah yang mengeluarkan madu yang bermanfaat untuk manusia.

Dimanapun ia berada, tak pernah berbuat kerusakan. Bahkan ia menjadi pintu pintu pembuka kebaikan untuk manusia. Ia selalu rajin berusaha dan tak pernah malas. Ulet dan tak pernah menyerah. Bahkan ia tak mau makan dari hasil kerja keras orang lain.

Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam/

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni)

Dan Allah Ta’ala berfirman:

“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri.”
(QS. Al-Isra:7)

Advertisements