Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan.” (HR. Muslim)

Hadits ini mengandung dua hal yang sangat agung. Pertama adalah ma’rifatullah atau mengenal Allah, dan yang kedua adalah suluk atau perilaku hamba kepada Rabbnya. Melalui dua hal ini. Allah dikenal dengan keindahan yang tiada bandingannya. Dia ‘azza wa jalla disembah dengan keindahan yang dicintai-Nya, baik berupa ucapan, perbuatan/ maupun akhlak.

Maka dari itu, Dia senang bila hamba-Nya memperindah lisan mereka dengan kejujuran dan memperindah hatinya dengan keikhlasan, cinta, taubat, dan tawakkal. Senang bila hamba-nya memperindah anggota tubuh mereka yang lain dengan ketaatan. Senang bila memperindah badan mereka dengan pengungkapan rasa syukur terhadap nikmat-nikmat Allāh Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam hal pakaian, misalnya, dengan membersihkannya dari najis, hadats, dan kotoran. Juga dalam hal membersihkan rambut-rambut yang makruh dipelihara, berkhitan, dan memotong kuku.

Dengan begitu, seorang hamba akan mengenal Allah melalui keindahan yang merupakan sifat-Nya, dan ia akan menyembah Allah melalui keindahan yang merupakan syari’at dan agama-Nya. Itulah dua hal pokok yang terkandung hadits tadi, yakni ma’rifat dan suluk.

Advertisements