Sedekah merupakan perkara penting dalam Islam, dan Allah سبحانه وتعالى banyak berfirman mengenai perintah sedekah bagi hamba-hambaNya. Allah sangat keras menekankan agar kaum Mukminin yang bersedekah, janganlah melenyapkan pahala sedekah yang kalian berikan kepada peminta-minta dengan menyebut-nyebutnya dan memberikannya dengan menghinakannya atau menyakiti hatinya lewat perkataan atau perbuatan kasar. Akibatnya, perbuatan buruk yang kita lakukan melenyapkan pahala sedekah yang kita berikan.


Allah تعالى berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِ‌ئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ‌ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَ‌ابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَ‌كَهُ صَلْدًا ۖ لَّا يَقْدِرُ‌ونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّـهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِ‌ينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” [Qs. Al-Baqarah: 264]

Perbuatan riya seperti perbuatan kaum munafik dalam hal lenyapnya pahala amalan. Sebab, orang yang berlaku riya itu tidak berniat karena Allah تعالى dalam amalnya. Tetapi mencari pujian manusia dan mendapatkan kedudukan di sisi mereka. Ia tidak menunggu akhirat dengan mengharapkan pahalanya dan takut terhadap siksanya. Ia hanya menginginkan dunia.

Perumpamaan orang yang riya dengan nafkahnya ini seperti perumpamaan batu yang licin yang di atasnya terdapat sedikit tanah, lalu turunlah hujan deras dan menghilangkan tanah itu. Tinggallah batu itu dan hujan itu tidak memiliki pengaruh sedikitpun. Orang munafik menampakkan kebaikan kepada manusia seperti tanah yang ada diatas batu. Saat rahasia dan yang tersembunyi itu terkuak, ternyata ia adalah orang yang riya. Perbuatan riya telah melenyapkan pahalanya seperti hujan menghilangkan debu. Akhirnya, ia tetap terhalang mendapat kebaikan dan pahala seperti batu yang tiada manfaat dan keberkahannya.

Orang munafik adalah orang yang kafir kepada Rabbnya dalam batinnya. Maka bagaimana mungkin Allah سبحانه وتعالى menunjukkan kepada jalan kebenaran. Allah tidak memberi petunjuk kecuali kepada orang yang bertakwa dan tidak memberi petunjuk kepada orang kafir yang celaka. Allah تعالى berfirman:

إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَ‌اءَ فَهُوَ خَيْرٌ‌ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ‌ عَنكُم مِّن سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّـهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Qs. Al-Baqarah: 271]

Jika kita menampakkan sedekah dengan tanpa riya dan sum’ah (ingin perbuatannya didengar prang lain), maka ini perbuatan bagus agar orang lain meniru perbuatan kita. Tetapi, jika kita bersedekah secara sembunyi-sembunyi kepada kaum fakir, maka ini lebih utama dan jauh lebih dari riya dan sum’ah, selain lebih menyelamatkan keadaan orang yang kita berikan sedekah itu. Allah تعالى akan menghapuskan dosa kita dengan sedekah itu, karena sedekah dapat menghapus kesalahan.

وعن أبي هريرة t قال : قال رَسُول اللَّهِ : ( من تصدق بعدل تمرة من كسب طيب- ولا يقبل اللَّه إلا الطيب-؛  فإن اللَّه يقبلها بيمينه، ثم يربيها لصاحبها كما يربي أحدكم فُلُوَّهُ ، حتى تكون مثل الجبل) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

 

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata: “Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: “Siapa yang bersedekah dengan sebiji korma yang berasal dari  usahanya yang halal lagi baik, Allah tidak menerima kecuali dari yang halal lagi baik, maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga dan memeliharnya untuk pemiliknya seperti seseorang di antara kalian yang menjaga dan memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung.” [HR. Bukhari No. 1410 dan Muslim No. 1014]

 

Referensi bacaan:

  • al-Qur’an Karim dan terjemahannya
  • Ringkasan Fiqih Islam, Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri, IslamHouse.com
  • Sedekah Menolak Bala, Musthafa Syaikh Ibrahim Haqqi, Pustaka at-Tazkia, Jakarta

 

Artiket terkait:

Advertisements