Tidak semua orang senang ketika hujan tiba. Apalagi bila seseorang tengah melakukan perjalanan dengan sepeda atau motor, tiba-tiba di tengah perjalanan hujan menyergap membasahi tubuh kita. Begitu pula para petani yang sawahnya siap panen atau tengah menjemur hasil bumi, kecewa dengan turunnya hujan. Sebagai orang yang beriman, tidak selayaknya kita mengeluhkan semuah kondisi, termasuk tatkala tidak diharapkannya turun hujan.

Padahal kalau kita renungkan kembali sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم yang menyebutkan bahwa keutamaan ketika turun hujan adalah, bersamaan dengan turunnya rahmat serta mustajabnya do’a seorang hamba. Sebagaimana beliau bersabda,

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.[Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma’rifah, lihat hadits no. 1026 Shohihul Jami’]

Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda,

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.

Sungguh sebuah kenikmatan yang tiada tara saat Allah سبحانه وتعالى menurunkan hujan kepada kita. Sebagaimana Firman Allah تعالى,

وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا

“Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah”. [Qs. An Naba’: 14]

1. Do’a saat turun hujan

Adapun do’a yang diajurkan untuk dibaca ketika melihat atau turunnya hujan, yaitu:

اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
‘Allahumma shoyyiban nafi’an’

“Ya Allah, (jadikanlah) hujan ini adalah hujan yang bermanfaat.” [HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, No. 530/686, Ibnu Majah, No. 3889. Misykat al-Mashabih, No. 1520, ash-Shahihah, No.2757]

2. Doa setelah hujan reda

Apabila kita mendapatkan bahwa hujan telah reda, maka kita disunnahkan untuk membaca doa :

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ
Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’

“Kita diberi hujan dengan karunia Allah dan rahmat-Nya.” [HR. Bukhari No. 846, 1038, 4147, 7503 dan Muslim No. 71]

3. Ketika Terdengar Petir

Tatkala kita mendengar petir, maka disunnahkan berdoa dengan doa sebagai berikut:

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ
Subhanalladzi yusabbihurra’du bihamdihi walmalaikatu min khiifatihi’

“Maha Suci Dzat yang mana petir itu bertasbih dengan memuji-Nya dan para malaikat karena takut kepada-Nya.” [HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, No. 723 dan No. 556]

Demikianlah cara kita menyikapi hujan. Semoga disaat turunnya hujan kita bersyukur, bukannya mengeluhkan karena menghambat perjalanan kita atau merepotkan bagi yang tengah punya hajat. Manfaatkanlah hujan sebagai kesempatan besar bagi kita untuk menuai pahala dengan berdzikir dan mendoakan orang tuan anak, istri, suami, atau kerabat muslim lainnya.

 

Referensi bacaan:

  • Al-Qur-anul Karim dan terjemahannya
  • Do’a dan Wirid Mengobati Guna-guna dan Syihir menurut al-Qur’an dan as-Sunnah, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka Imam Asy-Syafi’i – Jakarta
  • Saat Hujan Turun, Kesempatan Emas untuk Berdo’a, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, rumaysho.com
Advertisements